10 Apr 2013

Renungan: Bayi dan Malaikat Penjaganya

Suatu ketika seorang bayi siap dilahirkan ke dunia.
 
Menjelang diturunkan ia bertanya kepada Tuhan, “Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tapi bagaimana caraku hidup disana, aku begitu kecil dan lemah.”
 
Tuhan menjawab, “Aku telah memilih satu malaikat terbaik untukmu, Ia akan menjaga dan mengasihimu “.
 
“Tapi di surga, apa yang aku lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa, ini cukup bagiku untuk bahagia.” Demikian kata si bayi.
 
Tuhanpun menjawab, “Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih berbahagia.”
 
Si bayipun bertanya kembali, “Dan apa yang apat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepada-MU?”
 
Sekali lagi Tuhan menjawab, “Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa”
 
Si bayipun belum puas, ia bertanya lagi, “Aku dengar, didunia banyak orang jahat, siapa yang akan melindungiku?”
 
Dengan penuh kesabaran, Tuhan kembali menjawab, “Malaikatmu akan melindungimu, bahkan dengan taruhan jiwanya sekalipun”
 
Si bayipun tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya. “Tapi aku akan bersedih karena tidak melihat Engkau lagi”
 
Dan Tuhanpun menjawab, “Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku, dan akan mengajarkan bagaimana caranya agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku selalu berada di sisimu.”
 
 Saat itu surga begitu tenangnya, sehingga suara dari dunia dapat terdengar dan sang bayi dengan suara lirih bertanya, “Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah engkau memberitahu siapa nama malaikatku di dunia nanti?”
 
Tuhanpun menjawab, “kamu dapat memanggil malaikatmu dengan nama…………………….IBU”
 
………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
 
Sahabat, itulah ibu kita, malaikat yang diutus Tuhan untuk melindungi, membimbing dan menyayangi kita dengan sepenuh hati, malaikat yang rela kehilangan jiwanya demi kita, malaikat yang tidak pernah berhenti berdoa atas kebaikan kita.

Sudahkah kita berbakti kepadanya? Sudahkah kita memuliakannya?
Didapat dari kiriman e-mail teman, semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Copyright by Iqbal Ali. Diberdayakan oleh Blogger.